Selasa, 10 Mei 2016




Berlari untuk Kembali
  

Lubang-lubang menjadi batas,
pemisah dua insan yang terikat.
Meleburkan luka.
Rintihan kehilangan, 
terdengar sebagai nyanyian para penanti.
Menanti dia yang pergi, berlari untuk kembali.

Sabtu, 07 Mei 2016

Pernah aku berkata pada matahari,
merindunya dikala senja berganti fajar.
Pernah aku berteriak pada awan,
perasaan apa yang telah menghujam benakku, sunyi, getir, namun tersurat.
Pernah aku berbisik pada bulan,
dimanakah dirinya, yang pernah mengalunkan nada-nada indah, terdengar merdu, namun perih.

Berhenti.
Aku berhenti mencari.
Titik kelemahan dalam dirinya.

Berlari.
Aku mulai berlari, bodoh.
Hembusan angin, seolah menertawakanku.
Apa yang ku cari?
Dirinya?
Atau sekedar, tatapan matanya?
Agar tetap membuatku berdiri, diatas kakiku sendiri.

Hening.
Terpaku menyaksikan semesta, menari riang di hadapanku, menyisakan tetesan lembut menyapa pelupuk mataku.

Disanalah ia.
Tersenyum.
Kehangatan yang selama ini ku cari, telah kembali.
Memori ini sungguh payah.
Tidak.
Ia tak akan kembali, meskipun melingkarkan tangannya, membelai lembut mahkotaku.
Tenanglah disana, kamu yang pernah kunanti.

Rabu, 03 Juni 2015

Kangen

Kangen.
Kata lainnya, rindu.
Ya, saat ini saya merindukan momen yang terlewatkan.
Momen yang tak akan pernah terulang kembali.
Momen yang sulit kembali seperti semula.

Saat ini, saya merasa bodoh.
Orang-orang yang saya kenal, perlahan menjauh.
Kehidupan saya yang dulu ramai dan berwarna, berubah pudar dan abu-abu. Biasa saja.
Saya bingung, kesalahan apa yang telah saya buat sehingga semua terasa dingin, tanpa kata.

Intinya, saya kangen.
Saya rindu.
Saya ingin semua kembali.
Saya ingin menjadi pribadi yang dulu.
Saya rindu.



:(
:) 

Selasa, 02 Juni 2015

Dua sisi.

Terkadang, menjadi orang yang menyenangkan itu, membahagiakan.
Melihat orang lain tertawa karena tingkah laku kita, saya sendiri merasa sangat bahagia.
Ada kala, dimana saya merasakan kesepian teramat dalam ketika mendapati bahwa saya sebenarnya sendiri. Hanya sendiri.

Saya hanyalah manusia biasa. Yang memiliki dua sisi dan sangat berbeda satu sama lain.
Didepan publik mungkin saya terlihat sangat riang, cerewet, dan berisik.
Tapi, saya juga punya sisi dimana saya merasakan kesedihan dan keperihan akibat perbuatan yang mungkin secara tidak sengaja, saya lakukan.
Seandainya waktu dapat berputar, rasanya ingin saya hentikan waktu. Menghapus momen ketika saya melakukan perbuatan itu, yang membuat orang lain menjadi tidak menyukai saya walaupun tidak terus terang dihadapan saya.

Kini, saya merasa hampa dan sepi. Ingin menumpahkan segala emosi dan amarah. Air mata tidak akan menyelesaikan segalanya. 

Inilah saya, dengan segala kekurangan dan kelebihan yang pernah membuat anda kecewa. 

Sabtu, 23 Mei 2015

Untukmu.


Rasa ini terlanjur membuatku semakin hanyut dalam pesonamu.
Aku tahu, kau mengabaikanku.
Tapi, tidak membuatku berhenti untuk terus membuatmu melihatku, bahwa aku sanggup mengisi kekosongan itu.

Pernah aku merasa hancur, layaknya sebuah kaca.
Terlalu kecil pecahan kaca itu, namun disaat aku mendekat, masih ada aku di dalamnya. 
Berkali-kali kuyakinkan bahwa kau tidak akan pernah melihatku, melihat usahaku.
Namun aku selalu gagal.

Hari ini, esok dan seterusnya mungkin rasaku akan tetap sama, walau kau tidak pernah menganggap aku ada.
Dikala aku berhenti bukan karena aku menyerah untuk mengejarmu, namun aku hanya ingin membuat hidupmu tenang tanpa gangguan dariku.
Ingatlah, jika suatu saat kamu merasa hampa, aku selalu ada disampingmu.
Siap mengisi kekosongan itu dengan hangatnya kasih sayang.






Salam sayang,
yang mendambakanmu.


Kamu.
Berhasil membuatku luluh dalam setiap tatapan matamu.
Berhasil membuatku membeku dalam setiap tutur katamu.
Berhasil membuatku terpaku dalam setiap tawamu.


Kamu.
Yang mewarnai hari-hariku.
Yang memberi arti dalam hidupku.
Yang membuatku ingin selalu berada didekatmu.

Bolehkah aku menjadi permaisurimu?  :) 

Senin, 11 Juni 2012

Repost from sabrinaherdi.blogspot.com


you can

Listen to me. You're stronger, more than you know.. You are! You have the power to heal that. That's life, you have to face the truth, dear... I'm truly sorry for everything. You better move on.

"people change. feelings change. it doesn't mean that the love once shared wasn't true and real. it simply just means that sometimes when people grow, they grow apart." - 500 days of summer.