Postingan

Mencintaimu adalah Kesalahanku.

"Setiap yang datang akan mengajarkanmu sesuatu. Tak masalah jika pada akhirnya ia harus pergi, hidup akan selalu seperti ini." - My Other Half, Cindy Dianing Ratri.

Salahkah aku, mencintai kamu yang hanya melihat kepadanya, tidak padaku?
Mengharapkan kamu yang hanya bisa jadi pengisi mimpiku di malam hari?
Menginginkan kamu yang sebenarnya tidak akan pernah kugapai sekalipun?

Merelakan kamu pergi, menyisakan ruang hampa yang tak akan pernah sama lagi.
Merelakan untuk tidak melihat senyuman indah itu lagi, menyiksa sebagian jiwaku.
Kehilanganmu, cukup, cukup sekali saja.
Tak pantaskah aku tuk memilikimu?
Aku selalu saja banyak bertanya, tanpa mau tau jawabannya.
Berusaha untuk mendengar jawaban itu saja, aku tidak mau.
Buat apa?
Bukankah sudah jelas?
Karena kamu adalah bagian dari kesalahanku, yang ingin tetap kuabadikan, dan ku kenang sebagai kesalahan terindah karena pernah mencintaimu.

pesan singkat yang aku titipkan pada mimpi

pukul 12:24 malam hari,
di kota Surabaya.

aku menulis pesan ini,
pesan yang tidak akan pernah sampai kepadamu,
cukup mereka saja yang tahu.

aku selalu menulis hal yang menyangkut cinta,
padahal aku tidak tahu banyak tentangnya.
bukankah itu lucu?
tapi, itu dan hanya itu yang bisa menjadi penghibur sekaligus penyiksa bagiku.

mau tau kenapa?
dengan menuliskan sesuatu yang mengandung tentang cinta, kegelisahanku sedikit terobati.
hampir setiap hari aku gelisah, memikirkan hal-hal tidak penting tentang cinta, padahal dunia tidak hanya tentang cinta.
iya, semua ini karena kamu.

aku harap kamu jangan pernah berpikir ingin menjadi wanita.
yang selalu berpikir memakai perasaan, cuma bisa bikin buang tenaga.
kalau aku, ingin sehari bertukar posisi denganmu.
bagaimana rasanya melihat orang lain mencintai dirimu,
tanpa pernah tau bahwa orang itu ternyata ada disana,
selalu memperhatikanmu dan berharap kamu baik-baik saja.

menurutku, nggak salah kok kamu berbuat seperti itu.
sungguh, bukan salah…
mengenal cinta, haruskah?

apa yang bisa ku dapatkan dengan cinta?
kebahagiaan atau justru penyesalan?
sejauh ini, setelah aku bertemu dan membiarkan diriku terjatuh dalam 'cinta', semakin aku sadar bahwa cinta itu layaknya bunga mawar.
terlihat sangat indah, namun misterius dan menyakitkan.

bolehkah aku bertanya pada kalian; para pecandu cinta--bagaimana rasanya mendapatkan sesuatu yang sebenarnya hanya angan?
pernahkah kalian merasa hanya membuang waktu memikirkan dia yang ditakdirkan untuk menjadi milik manusia lain?
pernahkah kalian ingin bertanya mengapa cinta bisa tumbuh tanpa tau penyebabnya?

sungguh, aku ingin tahu.

Menjadi dewasa; menyenangkan atau menyedihkan?

Dulu, waktu masih belum kenal sama yang namanya dunia, pengen banget gitu jadi orang dewasa. Alasannya? Biar bisa bebas.
18 tahun hidup jadi manusia, lama-lama capek juga berhubungan dengan segala hal yang dikiranya nyata ternyata cuma delusi. Berharap semua keinginan bisa berubah jadi realita yang menyenangkan dan tampak indah untuk dijalani, tapi nyatanya, bisa bikin otak semula bulet jadi kotak. Bahkan segitiga.
Eh, gak juga sih. Hahahaha.
Pengen nulis ini karena dapet inspirasi setelah ngerasain di-phpin hampir dua bulan gara-gara berebut kursi yang 'katanya' bisa bikin masa depan lebih cerah, padahal nggak juga. Masa depan cerah semuanya tergantung dari pribadi masing-masing. Niat atau nggak buat berjuang di dunia yang penuh dengan kebohongan; kepalsuan; dan rekayasa yang bikin orang jadi lupa kalo semua ini sebenernya sementara. 
Yaa, sebenernya agak mual juga nulis beginian, bukan aku banget gitu. Hahahahaha. 
Tapi, emang ya manusia mulutnya gampang banget suruh orang …
Berlari untuk Kembali
Lubang-lubang menjadi batas, pemisah dua insan yang terikat. Meleburkan luka. Rintihan kehilangan,  terdengar sebagai nyanyian para penanti. Menanti dia yang pergi, berlari untuk kembali.
Pernah aku berkata pada matahari,
merindunya dikala senja berganti fajar.
Pernah aku berteriak pada awan,
perasaan apa yang telah menghujam benakku, sunyi, getir, namun tersurat.
Pernah aku berbisik pada bulan,
dimanakah dirinya, yang pernah mengalunkan nada-nada indah, terdengar merdu, namun perih.

Berhenti.
Aku berhenti mencari.
Titik kelemahan dalam dirinya.

Berlari.
Aku mulai berlari, bodoh.
Hembusan angin, seolah menertawakanku.
Apa yang ku cari?
Dirinya?
Atau sekedar, tatapan matanya?
Agar tetap membuatku berdiri, diatas kakiku sendiri.

Hening.
Terpaku menyaksikan semesta, menari riang di hadapanku, menyisakan tetesan lembut menyapa pelupuk mataku.

Disanalah ia.
Tersenyum.
Kehangatan yang selama ini ku cari, telah kembali.
Memori ini sungguh payah.
Tidak.
Ia tak akan kembali, meskipun melingkarkan tangannya, membelai lembut mahkotaku.
Tenanglah disana, kamu yang pernah kunanti.

Kangen

Kangen.
Kata lainnya, rindu.
Ya, saat ini saya merindukan momen yang terlewatkan.
Momen yang tak akan pernah terulang kembali.
Momen yang sulit kembali seperti semula.

Saat ini, saya merasa bodoh.
Orang-orang yang saya kenal, perlahan menjauh.
Kehidupan saya yang dulu ramai dan berwarna, berubah pudar dan abu-abu. Biasa saja.
Saya bingung, kesalahan apa yang telah saya buat sehingga semua terasa dingin, tanpa kata.

Intinya, saya kangen.
Saya rindu.
Saya ingin semua kembali.
Saya ingin menjadi pribadi yang dulu.
Saya rindu.



:(
:)