Baru tiga hari yang lalu selesai nonton film ini, padahal udah tau dari lama. Fiuh.. sepanjang dua jam durasi film, air mata ini terkuras diiringi ingus yang nggak berhenti ngalir. Film ini bukan main sih sedihnya. Emosional kita diaduk-aduk, dari ketawa-ketiwi tiba-tiba jadi mellow dan akhirnya nangis. :( Mungkin udah banyak yang tau dan pernah nonton film ini, tapi aku mau ulas lagi sedikit. Jadi, Miracle In Cell No. 7 ini digarap sama sutradara Lee Hwan-Kyung dan menjadi film terbaiknya karena berhasil meraih lebih dari 12 juta penonton! Nggak heran ya, soalnya bagus banget. Film ini dibintangi oleh Park Shin Hye, yang katanya ratu drama Korea saat ini, aktor senior Ryu Seung-ryong, dan aktris cilik yang aktingnya patut diacungi jempol, Kal So-won. Miracle In Cell No. 7 ini menceritakan tentang perjuangan seorang ayah yang ingin membahagiakan putri semata wayangnya namun terjebak dalam kasus yang membuatnya menjadi seorang pembunuh. Ryu Seu...
Kangen. Kata lainnya, rindu. Ya, saat ini saya merindukan momen yang terlewatkan. Momen yang tak akan pernah terulang kembali. Momen yang sulit kembali seperti semula. Saat ini, saya merasa bodoh. Orang-orang yang saya kenal, perlahan menjauh. Kehidupan saya yang dulu ramai dan berwarna, berubah pudar dan abu-abu. Biasa saja. Saya bingung, kesalahan apa yang telah saya buat sehingga semua terasa dingin, tanpa kata. Intinya, saya kangen. Saya rindu. Saya ingin semua kembali. Saya ingin menjadi pribadi yang dulu. Saya rindu. :( :)
Sumber: Google (2017) "Their escape was just the beginning." Beberapa waktu lalu, dosen mata kuliah Business Management di kelas memutarkan sebuah film yang awalnya saya pikir membosankan. Ternyata, semua di luar ekspektasi dan sanggup membangunkan saya dari rasa kantuk. Film berdurasi 133 menit yang disutradarai oleh Peter Weir ini mengangkat kisah perjalanan panjang yang sulit dengan latar waktu Perang Dunia II dan terinspirasi oleh film The Long Walk (1956). Dibintangi oleh sejumlah aktor dengan kemampuan akting luar biasa, The Way Back mampu membuat para penonton merasakan perjuangan mereka menempuh perjalanan sejauh 4.000 mil di medan yang cukup berat. Komunikasi lintas budaya cukup menonjol dalam film ini. Sebagai seorang pemimpin kelompok, Jim Sturgess yang berperan sebagai Janusz Wieszczek dihadapkan dengan permasalahan yang cukup dominan, perbedaan pendapat dan budaya. Kepribadian dari anggota kelompoknya membuat Janusz harus tetap dalam posisi net...
Komentar
Posting Komentar